Aceh Timur, 8 Agustus 2026 — Inovasi kreatif ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Samudera (Unsam) Kelompok 28 di Desa Matang Guru, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.



Berangkat dari potensi lokal yang melimpah, mereka berhasil menyulap hasil tambak udang dan ikan menjadi produk nugget yang praktis, lezat, dan memiliki nilai jual tinggi.


Mayoritas masyarakat Desa Matang Guru yang berprofesi sebagai petani tambak selama ini menjual hasil panen dalam bentuk mentah.




Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan solusi nyata melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan kepada ibu rumah tangga agar mampu menghasilkan produk olahan siap jual.


Tak sekadar pelatihan biasa, kegiatan ini membuka wawasan baru bagi masyarakat tentang pentingnya hilirisasi produk lokal. Para peserta dilatih mulai dari proses pengolahan, teknik menjaga kualitas produk, hingga cara pengemasan sederhana yang menarik.


Program ini bahkan digadang-gadang berpotensi melahirkan produk unggulan desa berbasis perikanan. Nugget udang dan ikan hasil pelatihan diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya usaha rumahan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.




Tak berhenti di situ, mahasiswa KKN juga “tancap gas” dalam mendorong kebangkitan UMKM lokal. Mereka melakukan pendampingan langsung kepada pelaku usaha dengan membantu promosi serta melakukan rebranding melalui penyaluran banner kepada unit usaha strategis di desa.


Langkah sederhana ini terbukti efektif. Banner dengan desain menarik dan pesan yang jelas mampu meningkatkan daya tarik usaha serta membantu pelaku UMKM lebih dikenal masyarakat luas. Inisiatif ini juga menjadi simbol kuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menggerakkan roda ekonomi desa.


Dosen Pendamping Lapangan, Muhammad Taqdirul Alim, S.E., M.Si., mengapresiasi penuh kreativitas mahasiswa dalam menjalankan program tersebut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa mampu hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat. Program ini tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga mendorong lahirnya peluang usaha baru berbasis potensi lokal,” ungkapnya.


Apresiasi serupa disampaikan oleh Geuchik Desa Matang Guru, Mariana. “Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN Unsam. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan kreativitas dan membuka peluang usaha dari hasil tambak yang selama ini belum diolah secara maksimal,” ujarnya.


Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, mahasiswa KKN Unsam Kelompok 28 membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana. Dari desa, untuk ekonomi yang lebih mandiri.


(Rifan)