Gempa M7,7 Guncang Flores, BMKG Peringatkan Potensi Tsunami dan 22 Wilayah Siaga"
Gempa M7,7 Guncang Flores, BMKG Peringatkan Potensi Tsunami dan 22 Wilayah Siaga"
FLORES — Warga Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dikejutkan gempa besar pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di Kabupaten Nagekeo, 30 km arah Timur Laut dengan kedalaman 15 km.
Awalnya BMKG merilis magnitudo 7,0. Namun setelah pemutakhiran data, kekuatan gempa naik menjadi *Mw 7,7*.
"Kepala BMKG Manggarai Barat mengonfirmasi, ada potensi tsunami dan gempa susulan," tulis BMKG dalam pernyataannya.
Akibat gempa ini, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami. Hasil pemodelan menunjukkan gelombang setinggi *94 cm* terdeteksi. Di Labuan Bajo, gelombang tsunami setinggi *0,3 meter* dilaporkan menerjang pantai. Tsunami juga terpantau di Baubau dan Bulukumba.
Sebanyak *22 wilayah* ditetapkan dalam status siaga. Wilayah tersebut meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Sikka bagian utara, Ende bagian utara, hingga sebagian wilayah Sulawesi dan Selayar.
BMKG menyebut gempa ini dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores. Dampaknya terasa hingga MMI IX atau kategori "Hebat" di sejumlah daerah di Flores, Sumba, dan Sumbawa.
Hingga pukul 09.30 WITA, laporan sementara menyebutkan 20 orang lebih meninggal dunia dan 5 orang luka-luka. Di Pelabuhan Maumere, 1 warga dilaporkan tewas tertimpa bangunan roboh. Sementara di Sikka, 2 orang meninggal dunia. Beberapa rumah di Manggarai Timur juga rusak hingga ambruk.
Selain itu, BMKG mencatat sudah terjadi 7 kali gempa susulan, dengan magnitudo di atas 5,0. Yang terkuat mencapai Mw 6,1.
Menindaklanjuti hal ini, TNI telah mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi warga di titik-titik terdampak.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk segera menjauhi pantai, pelabuhan, dan tepian sungai. Warga juga diminta tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya dan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG, BNPB, dan BPBD.
"Pemutakhirannya 7,7 SR," kata Kepala BMKG Manggarai Barat, Maria.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah bersama tim gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan.
redaksi / Suhaimi


0 Komentar