Jalan Yomani-Danawari Kembali Rusak, Warga Sesalkan Kualitas Perbaikan "Instan"
Jalan Yomani-Danawari Kembali Rusak, Warga Sesalkan Kualitas Perbaikan "Instan"
TEGAL, . Hanya berselang empat bulan setelah perbaikan, ruas Jalan Raya Yomani - Danawari kembali dipenuhi lubang dan kerusakan parah. Kondisi ini memicu kekecewaan warga dan pengguna jalan yang menilai pekerjaan perbaikan sebelumnya hanya bersifat "tambal sulam" tanpa pengawasan memadai.
Pantauan di lokasi pada Kamis (7/8/2026) menunjukkan aspal yang baru dihamparkan pada April lalu kini telah mengelupas, retak, dan membentuk lubang di beberapa titik. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat dan pengendara harus ekstra hati-hati, terutama saat hujan turun yang membuat permukaan jalan licin dan berbahaya.
"Saya lewat sini tiap hari ke pasar. Perbaikannya cuma di-topeng, enggak pakai pondasi kuat. Sekarang malah lebih parah dari sebelumnya," ujar Samsudin (45), pedagang sayur yang melintas.
Komentar Warga: Antara Kekhawatiran dan Tuntutan Pengawasan
Para pengguna jalan menyoroti dua persoalan utama: kualitas pengerjaan yang buruk dan minimnya tindak lanjut dari pemerintah daerah. Berikut beberapa pernyataan warga yang dihimpun di lokasi:. Soal Kualitas Pengerjaan (Kekecewaan)
"Kemarin bulan 4 sudah diperbaiki, sekarang sudah rusak lagi. Kalau hujan licin, kalau panas berdebu. Bahaya buat motor," keluh Siti Rohmah (38), pengendara motor yang hampir terjatuh akibat selip di lubang tertutup genangan air.. Soal Potensi Kecelakaan (Kekhawatiran)
"Ini jalan utama, banyak dipakai warga buat ke pasar dan ke kantor. Kalau dibiarkan bisa makan korban," warga setempat yang mengaku sudah tiga kali melaporkan kerusakan ini ke aparat desa Soal Tindakan Dinas (Kritik)
"Katanya anggaran perbaikan sudah besar, tapi masa bertahan cuma 4 bulan. Kami minta pemerintah tidak hanya pasang spanduk peringatan, tapi juga mengawasi langsung kontraktornya. Jangan sampai uang rakyat dipakai untuk perbaikan asal-asalan," seru Agus Purnomo, koordinator pengurus RT setempat.
Harapan Aksi Cepat (Tuntutan)
"Kami minta segera diperbaiki secara permanen, bukan diplester lagi. Jangan tunggu ada korban jatuh baru bergerak," tambah Dewi (29), seorang pegawai kantoran yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Kondisi Terkini dan Konfirmasi Pihak Berwenang
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat baru memasang rambu peringatan dan garis pembatas di titik-titik kritis. Namun, belum ada satupun alat berat atau pekerja yang terlihat melakukan perbaikan.
Pihak media telah berupaya menghubungi Kepala Dinas PU untuk mengonfirmasi jadwal perbaikan dan anggaran yang dikeluarkan padas perbaikan April lalu. Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, karena jalan yang rusak tidak hanya mengganggu mobilitas ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa para pengguna jalan di musim penghujan ini.
(Red)

0 Komentar