MEMBANGKITKAN KEMEGAHAN KOPI BUMI MARAPU: TANI MERDEKA INDONESIA DAN KEMENTERIAN PERTANIAN GERAKKAN PEMBENIHAN DAN PENELITIAN VARIETAS KOPI SUMBA BARAT DAYA

 MEMBANGKITKAN KEMEGAHAN KOPI BUMI MARAPU: TANI MERDEKA INDONESIA DAN KEMENTERIAN PERTANIAN GERAKKAN PEMBENIHAN DAN PENELITIAN VARIETAS KOPI SUMBA BARAT DAYA



 

SUMBA BARAT DAYA, 1 Agustus 2026 – Komitmen untuk mengangkat martabat komoditas warisan leluhur semakin nyata. DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumba Barat Daya bersama jajaran Kementerian Pertanian Republik Indonesia melaksanakan langkah strategis penelitian varietas, pengembangan benih unggul, dan pendampingan berkelanjutan bagi petani kopi di wilayah Bumi Marapu, Nusa Tenggara Timur.

 



Kopi telah menanamkan akar sejarah yang dalam di tanah ini. Sejak masa penjajahan Belanda, tanaman jenis robusta tumbuh menyatu dengan kehidupan masyarakat, diwariskan dari leluhur dan dibudidayakan secara turun-temurun. Namun, kekayaan genetik ini menghadapi tantangan: budidaya yang masih tradisional, keterbatasan teknologi, serta penurunan produktivitas tanaman yang menua






Menyadari potensi besar ini, pada Juni 2026, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumba Barat Daya yang dipimpin oleh Kristina Bili, mengajukan rekomendasi resmi kepada Dinas Pertanian setempat untuk penelitian sekaligus perlindungan varietas kopi lokal. Langkah ini mendapat tanggapan luar biasa dari pemerintah pusat. Pada 1 Juli 2026, Kementerian Pertanian menurunkan tim elit yang dipimpin oleh Ir. H. Nandang Sudrajad, M.M. (Sekretaris Jenderal Tani Merdeka Indonesia), didampingi Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc. (Kepala Pusat PVTPP), Direktur Perbenihan Perkebunan Fajar, serta Direktur Wilayah BRMP Nova beserta jajaran.




Penelitian dipusatkan di Desa Lagalete, Kecamatan Wewewa Barat. Hasil awal menunjukkan kopi di Sumba Barat Daya merupakan populasi alami yang belum melalui proses klonalisasi, sehingga memerlukan penelitian lanjutan sebelum dapat ditetapkan sebagai varietas unggul resmi. Di sisi lain, tim juga menegaskan kebutuhan mendesak akan pendampingan menyeluruh, mulai dari budidaya, perawatan, panen, hingga pengolahan dan pemasaran.


"Kami akan terus mempererat koordinasi agar petani tidak hanya pandai menanam, tetapi juga mampu mengolah, mengemas, dan menjual hasilnya dengan nilai tambah yang layak, tanpa lagi bergantung pada perantara," ujar Ir. H. Nandang Sudrajad.

 

Saat ini, gerakan nyata telah dimulai: program pembenihan kopi berlangsung di lingkungan Sekretariat DPD TMI Sumba Barat Daya, didampingi langsung oleh tenaga ahli budidaya pertanian dari Kementerian Pertanian, Sigit Prihandoko, M.Sc. Para petani dibimbing memilih benih terbaik dan menyiapkan bibit sehat sebagai fondasi kebun masa depan.

 

Dengan bentangan lahan potensial di 8 kecamatan pada ketinggian 800–1.000 meter di atas permukaan laut, Sumba Barat Daya memiliki peluang emas menjadi sentra kopi unggulan nasional. Di bawah arahan Kristina Bili, jajaran TMI terus bergerak menyapa pelosok desa, mengajak petani dan generasi muda membangun harapan baru.

 

"Harapan kami sederhana namun mendalam: pendampingan dari hulu hingga hilir. Agar kopi Sumba Barat Daya tidak hanya dikenal di negeri sendiri, namun mampu melangkah ke pasar dunia, dan kesejahteraan petani kami terjaga selamanya," tegas Kristina Bili.

 

Melangkah bersama, sejarah kopi Bumi Marapu kini ditulis ulang dengan ilmu, tekad, dan persatuan.

 

Penulis : CB

0 Komentar