TIM SARPRAS DPW TANI MERDEKA INDONESIA SULAWESI BARAT LAKUKAN MONITORING DAN EVALUASI DI KABUPATEN PASANGKAYU, PASTIKAN DATA LAPANGAN TEPAT DAN KENDALA TERJAWAB




PASANGKAYU, SULAWESI BARAT — Tim Sarana dan Prasarana DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi langsung di Desa Bajawali, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu. Kegiatan ini dipimpin secara langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Bapak H. Suwanto, dan dihadiri oleh Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pasangkayu, Bapak H. Imam Suhadi, konsultan pendamping, serta Kepala Dusun setempat.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendataan lapangan yang sedang berjalan, sekaligus menemukan solusi konkret atas berbagai kendala yang dijumpai di lokasi. Melalui pendampingan langsung di lapangan, tim memastikan setiap data yang terkumpul akurat, proses berjalan sesuai prosedur, dan kendala yang muncul dapat segera diatasi agar tidak menghambat tahap selanjutnya.

 

Hingga saat ini, Tim Sarana dan Prasarana DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Barat telah melakukan pendampingan kegiatan di 4 desa dalam Kabupaten Pasangkayu. Langkah selanjutnya, tim berencana segera melaksanakan pendampingan di Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamuju Tengah guna menjangkau lebih luas wilayah dan memastikan manfaat program dirasakan secara merata oleh masyarakat tani.

 

Program Sarana dan Prasarana merupakan program strategis yang pendanaannya bersumber dari Badan Penyangga Dana Perkebunan (BPDP). Sejak tahun 2015, pemerintah mulai melakukan pungutan atas ekspor Minyak Sawit Mentah (CPO),  , lembaga yang semula bernama BPDPKS diubah menjadi BPDP — Badan Penyangga Dana Perkebunan. Hasil pungutan tersebut kini dialokasikan untuk berbagai kegiatan strategis: penelitian dan pengembangan (riset), pemberian beasiswa pendidikan bagi anak petani, pengembangan bahan bakar nabati (biodiesel), serta pelaksanaan program Sarana dan Prasarana bagi pekebun rakyat pada tiga komoditas utama: Sawit, Kakao, dan Kelapa.

 

Dengan adanya program ini yang masih terus berjalan, Tani Merdeka Indonesia berkomitmen menjadi jembatan yang menjamin setiap kebijakan pemerintah dapat tersalurkan dengan tepat sasaran, terawasi pelaksanaannya, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani di seluruh pelosok negeri, khususnya di Sulawesi Barat.

 

Penulis & Redaksi: Mungki Retnosari, S.E. (Neng Kikie) — Sekretaris Pusat Media Transformasi Nusa Com / TNC

0 Komentar